Kolaborasi Akademisi dan Praktisi dalam Studium Generale 2025 Hadirkan Wawasan Mikrofinans dan Literasi Keuangan

PANGANDARAN, 22 Maret 2025 – Program Studi Administrasi Bisnis PSDKU Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran sukses menggelar seminar umum Studium Generale 2025 secara daring melalui platform Zoom pada Jumat (21/3). Acara akademis tahunan ini secara khusus membedah peran krusial lembaga keuangan mikro (microfinance) serta literasi keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat.

Strategi Lembaga Mikro dan Literasi Finansial bagi Gen Z

Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, seminar ini menghadirkan dua pakar yang bergerak langsung di sektor keuangan syariah dan perbankan. Sesi pertama diisi oleh Setiyadi Nuryatin, selaku General Manager KSPPS BMT Itqan, yang memaparkan materi mengenai bagaimana lembaga keuangan mikro bergerak di akar rumput sebagai instrumen strategis masyarakat untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses permodalan yang inklusif.

Sementara itu, sesi kedua berfokus pada pentingnya membekali generasi muda terhadap pengelolaan aset. Jovia Tatum Muladi, S.AB., alumni Administrasi Bisnis PSDKU Unpad angkatan 2018 yang kini berkarier di bagian Sharia Financial Administration & Policy BTN Syariah, membedah alasan mendalam mengapa Gen Z sangat membutuhkan literasi keuangan sejak dini demi membangun stabilitas masa depan ekonomi yang lebih baik.

Apresiasi Mahasiswa Berprestasi Akhir Semester

Selain menjadi ruang transfer pengetahuan, Studium Generale 2025 juga diisi dengan agenda Awarding Session. Sesi khusus ini didedikasikan untuk memberikan penghargaan dan apresiasi resmi kepada para mahasiswa Administrasi Bisnis PSDKU Unpad yang berhasil meraih capaian akademis dan non-akademis terbaik pada semester lalu.

Melalui pelaksanaan agenda ini, Administrasi Bisnis Unpad Pangandaran menegaskan komitmennya dalam menyediakan ruang belajar yang adaptif serta mendukung penuh terciptanya generasi muda yang melek finansial dan siap berkontribusi pada kemandirian ekonomi daerah.