Kuliah Umum “Fintech and the Future of Business” Bahas Peluang dan Tantangan Bisnis di Asia Tenggara

Jatinangor, 21 September 2026 — Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran mengikuti kegiatan kuliah umum (public lecture) bertajuk “Fintech and the Future of Business: Opportunities and Challenges in Southeast Asia” yang diselenggarakan pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang B-301 dan diikuti oleh mahasiswa dari Program Studi Administrasi Publik, Hubungan Internasional, Administrasi Bisnis, serta mahasiswa TIAS.

Kegiatan kuliah umum menghadirkan akademisi dari perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara, yaitu Prof. Izlin dari University of Malaya, Malaysia, serta Dr. Quyen dan Dr. Phan Chung Thuy dari University of Economics Ho Chi Minh City, Vietnam. Kehadiran para narasumber memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif internasional mengenai perkembangan financial technology (fintech) serta peluang dan tantangannya terhadap dunia bisnis di Asia Tenggara.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai perkembangan teknologi finansial dan kaitannya dengan perubahan dunia bisnis. Perkembangan fintech menjadi salah satu bagian dari transformasi digital yang turut memengaruhi berbagai aktivitas bisnis dan membuka peluang baru di kawasan Asia Tenggara.

Bagi mahasiswa Administrasi Bisnis, kegiatan ini menjadi salah satu kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi dan inovasi dalam dunia bisnis dari perspektif regional. Pembahasan yang disampaikan juga dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi mahasiswa dalam memahami dinamika bisnis yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

Kegiatan kuliah umum ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan perspektif akademik dari perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan fintech serta berbagai peluang dan tantangan yang menyertai masa depan bisnis di kawasan Asia Tenggara.